Agen SBObet Indonesia Sammer Kritik Bayern Munich

Agen SBObet Indonesia Sammer Kritik Bayern Munich – Mathias Sammer baru-baru ini memberikan kritik kepada salah satu kontestan Bundesliga musim kompetisi 2013/14. Menurutnya, juara bertahan Bayern Munich ‘bermain tanpa emosi’ meski tim yang dimaksud sejauh ini masih belum terkalahkan oleh siapapun. Setelah sukses mendapatkan treble winner musim lalu, Munich berganti nahkoda. Jup Heynckes memutuskan untuk meninggalkan dunia sepakbola selama beberapa saat. Manajemen pun kemudian menunjuk Guardiola sebagai pelatih baru. Ex manajer Barca itu dianggap akan mampu membawa gaya bermain tiki-taka ala Spanyol ke dalam gaya main The Bavarians.

Namun meski belum kalah di sepanjang pekan Bundesliga berjalan hingga saat ini, penampilan Munich belum begitu meyakinkan bagi banyak pihak. Saat ini tim berada di peringkat kedua klasemen sementara, tertinggal dua poin dari pemegang tampuk kepemimpinan, Borussia Dormund. Di dalam lima laga yang sudah digelar, Munich hanya kehilangan dua poin dari kemungkinan meraih maksinal 15 poin. Tim itupun mampu meraih kemenangan ketika menjamu Hannover di Allianz Arena pada hari Sabtu.

Setelah babak pertama dilalui tanpa ada satu gol pun yang tercipta, Pep Guardiola mampu memotivasi anak buahnya untuk kemudian tampil lebih atraktif di babak kedua. Hasilnya, mereka mampu mengamankan target tiga poin melalui gol yang diciptakan masing-masing oleh Mario Mandzukic dan Franck Ribery.

Namun demikian, Manajer Olahraga Sammer mempertanyakan motivasi dari tim untuk kembali mengulang prestasi musim lalu, yang membuat mereka mampu mendapatkan tiga gelar dalam satu musim, atau treble. Tampaknya FC Hollywood seperti kehilangan motivasi karena mereka sudah pernah mencicipi semua gelar yang mungkin diraih musim lalu. Bahkan Piala Super Eropa pun berhasil mereka raih setelah menang dalam drama adu penalti melawan Chelsea.

“Kami bermain dengan kurang atraktif musim ini, memainkan sepakbola tanpa emosi dan hanya terlibat dalam suatu aktifitas secara fisik tanpa ada hasrat tertentu di dalamnya”

“Ketika anda mengalami kesulitan di babak pertama, maka anda harus memberikan bantuan kepada rekan tim yang lain. Itu bisa diungkapkan melalui tekel dan memberikan lebih banyak emosi ke dalam permainan”

“Namun yang terjadi justru sebaliknya, kami terlalu santai dan hanya melihat saja – kami memenangkan lima gelar di dalam 15 bulan terakhir, Franck Ribery dianugerahi penghargaan sebagai pemain terbaik di Eropa dan ia mungkin akan memenangkan Ballon d’Or”

“Bukannya kami tidak bekerja keras, namun kami tidak menunjukkan adanya emosi sama sekali”

Sammer juga tak lantas menumpahkan kesalahan kepada manajer anyar Guardiola. Ia justru kemudian mengungkapkan dukungannya kepada manajer berkebangsaan Spanyol terrsebut. Ia hanya merasa bahwa para pemain gagal menunjukkan komitmen yang sama seperti mereka tunjukkan di kompetisi musim lalu.

Dia pun kemudian menambahkan: “Ini semua tentang Pep, Pep di sini, kehebatan Pep, dan keburukan Pep – kami merasa cukup aman karena kami tidak lagi menjadi pihak yang menjadi sorotan utama media dan itu secara tidak sadar akan mempengaruhi mental para pemain”

“Kami semua kini bersembunyi di balik sosok sang pelatih”