Agen SBObet Kebangkitan Sepakbola Reaktif Bagian 2

Kebangkitan Taktik Sepakbola Reaktif Bagian 2

Agen SBObet – Tulisan kali ini akan melanjutkan tentang kebangkitan taktik sepakbola reaktif.

Apa yang membuat tim digolongkan dalam kategori reakif atau proaktif?

Pertama, yang harus dipahami adalah, dua kategori ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keduanya juga memiliki konotasinya masing-masing. Kita tak boleh mengatakan bahwa tim yang proaktif tampil lebih cantik daripada tim yang tampil dengan strategi yang reaktif. Taktik reaktif dan proaktif sama-sama memiliki keindahannya masing-masing.

Sebuah tim yang reaktif bukanlah tim yang dipersepsikan sebagai tim yang defensive atau tim yang doyan parkir bus. Fase kata negative ini adalah penggunaan yang sering digunakan media saat sebuah tim menggunakan taktik yang reaktif. Bisa kita lihat pada Everton dimasa David Moyes dan Newcastle dimasa Alan Pardew, dua tim tersebut adalah tim yang menggunakan strategi reaktif, tapi tidak termasuk dalam kategori tim ultra defensive. Dua manajer yang menangani klub tersebut berusaha mencari kelemahan lawan dan mengeksploitasi kelemahan tersebut demi keuntungan timnya sendiri. Inilah yang dikatakan dengan taktik sepakbola reaktif. Dengan pengertian ini, kita juga mengetahui bahwa semua tim pasti pernah menjadi tim yang reaktif dalam beberapa kesempatan – Agen SBObet.

Sebagai contoh, kita dapat melihat kemenangan Everton dalam pertandingan pembuka Liga Premier Inggris musim lalu. Everton bersiap untuk menyerang Manchester United di babak pertama, dan berlanjut untuk mencari peluang di babak kedua, strategi ini guna melawan Manchester United yang berusaha menguasai possession. Apa strategi reaktif Everton dalam pertandingan ini? Moyes melihat line up Manchester United dan menyadari bila mereka kekurangan bek tengah, Carrick dipaksa tampil sebagai gelandang bertahan. Oleh karena itu Moyes menginstruksikan Fellaini untuk berhadapan dengan Carrick dan Everton fokus mengeksploitasi sayap kanan Manchester United. Apakah taktik seperti ini termasuk dalam sepakbola negative? Tentu saja tidak.

Beberapa kritik yang mengatakan strategi Everton adlah sepakbola negative karena mereka menggunakan formasi 451. Mereka lupa pada satu poin penting bahwa formasi bukanlah satu-satunya cara yang menentukan cara bermain tim dalam pertandingan. Formasi sebenarnya bersifat netral, sebagai contoh, formasi 4231 yang didesain sebagai jalan agar para pemain dapat membangun serangan dengan mudah dilapangan, tapi tak mengindikasikan bagaimana jalannya permainan sebuah tim di lapangan. Apakah tim tersebut akan menyerang dengan trisula maut di depan double pivot untuk mendukung striker tunggal? Ataukah tiga orang dibelakang striker itu berperan sebagai dua gelandang tengah yang mendampingi satu orang pemain kreatif di belakang striker? Atau tiga orang dalam formasi 4231 adalah satu orang pemain kreatif di belakang striker, serta dua orang gelandang bertipe destroyer? – Agen SBObet.

 Everton dalam pertandingan tersebut, dengan Fellaini membantu Jelavic di setiap kesempatan sebelum memasuki fase bertahan, mengunakan formasi 451 dalam menyerang dan mode bertahan.

Dalam sepakbola yang kebanyakan dilihat adalah dikotomi antara sepakbola menyerang dan sepakbola bertahan. Padahal yang menjadi faktor penentu adalah peran yang dijalani masing-masing pemain dalam sistem permainan mereka.

Saat dua tim bertemu dalam kompetisi Eropa, kejutan dari komposisi pemain, serta gaya bermainnya kini tak terjadi. Apalagi saat bertemu dengan klub proaktif macam Barcelona, dan Bayern Muenchen, Athletic Bilbao, dan Arsenal, lawan pasti pernah melihat blueprint dari strategi mereka dan membuat sebuah antithesis saat melawan tim-tim tersebut –¬†Agen SBObet.

Saat menghadapi tim-tim yang proaktif seperti Barcelona yang dominan dalam penguasaan bola, satu-satunya cara adalah menjadi tim yang efektif dalam serangan balik. Tak semua tim yang mengandalkan serangan balik harus menggunakan strategi parkir bus, meskipun strategi reaktif paling terkenal saat Inter mengalahkan Barcelona di tahun 2010 adalah parkir bus.

Taktik reaktif mudah digunakan oleh siapapun yang jeli dalam melihat kelemahan lawan. Chelsea di tahun 2012 membuktikan premis tersebut. Mereka habis-habisan mengeksploitasi kelemahan lini tengah Barcelona saat di semifinal Liga Champions 2012 serta menunggu dengan sabar hingga Bayern kehilangan konsentrasi di final musim yang sama.

Dan sejak saat itu, banyak tim yang mulai menggunakan taktik reaktif untuk menengasikan kekuatan lawan daripada membangun kualitas tim sendiri – Agen SBObet.

Ditulis oleh Agen SBObet Indonesia Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke (http://indoagensbobet.com/agen-sbobet-kebangkitan-sepakbola-reaktif-bagian-2/ Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.