Mancini Tidak Ditakdirkan Untuk Liga Champions Eropa

Mancini Tidak Ditakdirkan Untuk Liga Champions Eropa

Mancini Tidak Ditakdirkan Untuk Liga Champions Eropa – Pertandingan Galatasaray melawan Juventus harus ditunda. Lapangan taman bermain mereka ditakdirkan tertutup oleh salju yang membuat bola tidak bisa bergulir dengan baik. Cukup lama wasit harus memutuskan pertandingan untuk dihentikan karena tensi partai ini sangat tinggi. Ini adalah partai hidup mati untuk Roberto Mancini dan Antonio Conte. Sebuah partai yang menentukan lolos atau tidaknya Juventus atau Galatasaray ke babak selanjutnya. Kedua tim mempunyai peluang yang sama. Juventus tinggal meraih hasil seri tapi mereka bermain di kandang lawan. Sedangkan, Galatasaray walau bermain sebagai tuan rumah namun bagi Juara Turki ini adalah wajib hukumnya untuk memenangkan pertandingan.

Namun, di tulisan ini tidak membahas penundaan pertandingan ataupun tentang kedua tim. Dalam tulisan ini akan berfokus pada salah satu pelatih dari kedua tim tersebut yakni Roberto Mancini. Pelatih Galatasaray tersebut sudah berulang kali datang dengan klub juara di Liga Champions Eropa tetapi dia selalu gagal dan sial di ajang ini. Bahkan jika Galatasaray gagal lolos maka ini akan menjadi tahun ketiganya gagal secara beruntun untuk lolos ke fase selanjutnya, babak 16 besar Liga Champions Eropa. Rekor Mancini sendiri secara keseluruhan memang jelek dia tidak pernah bisa membawa klub yang dia latih berprestasi tinggi di ajang kompetisi paling tinggi di Eropa ini.

Ini merupakan misteri di sepak bola selama beberapa tahun terakhir ini. Bahwa Roberto Mancini yang merupakan pelatih kenaamaan asal Italia dan berhasil membawa tim yang dia latih menjuarai liga domestik tetapi kemudian tidak pernah bisa berprestasi tinggi ketika di ajang Liga Champions Eropa. Sekarang saat di Galatasaray, peraih tiga kali juara Serie A Italia dan sekali juara Liga Premier Inggris akan melakukan partai hidup mati melawan Juventus. Dan nasibnya harus menunggu pertandingan ulangan sampai cuaca di Turki tepatnya lagi di kota Istanbul membaik. Mancini men-take over Galatasaray usai kekalahan menyakitkan dari Real Madrid 1-6 pada bulan September lalu. PPelatih Italia tersebut kemudian membawa sebuah harapan bagi Galatasaray untuk lolos.

Sayangnya, sejarah sepertinya tidak berpihak pada Mancini. Pada 2003-2005, di mana Mancini melakukan debutnya di kompetisi paling top Eropa ini bersama Lazio. Dia gagal membuat sebuah pengaruh positif. Tim asal Roma tersebut walaupun difavoritkan karena satu grup bersama Chelsea, Besiktas dan Sparta Prague tetapi kemudian malah berakhir di posisi buncit. Lazio hanya mengemas satu kemenangan dan uniknya itu ada pada saat melawan Besiktas di Istanbul. Setahun kemudian dia ke Inter Milan dan selalu gagal di perempat final dua tahun berturut bahkan menurun sampai perdepalan final dua tahun setelahnya. Maka menarik ditunggu sebenarnya pertandingan tunda Galatasaray melawan Juventus ini apakah Mancini bisa membawa Galatasaray jauh melangkah atau terhenti lagi di babak grup. Kita tunggu sampai pertandingan tunda kembali digelar.