Mengapa Manchester United Berubah Di Musim Ini

Mengapa United Berubah Di Musim Ini

Mengapa Manchester United Berubah Di Musim Ini – Manchester United saat ini berada di posisi 9 klasemen sementara Liga Inggris. Sebuah hasil yang tentu saja tidak biasa di rasakan oleh United di masa-masa kepelatihan Sir Alex Ferguson tersebut. Bahkan di 2 laga terakhir, mereka kalah 1-0 dari Newcastle United dan juga Everton yang berlangsung di kandang sendiri Old Trafford. Sebuah kekalahan yang terasa menyakitkan.

Masa transisi menjadi pembelaan manajer anyar United, David Moyes. Namun hingga ke pekan 15, United belum juga menemukan performa terbaiknya yang membuat posisi Setan Merah berada di papan tengah musim ini. Praktis membuat United terlempar dari persaingan menuju tangga juara. Moyes memang meraih hasil rata-rata yang jauh lebih baik dibandingkan saat Fergie menjabat sebagai pelatih United. Namun perlu diingat bahwa Sir Alex masuk ke United saat kondisi tim sedang parah. Sementara Moyes mendapatkan sisa warisan yang sangat bagus dan juga mumpuni. Ketika Moyes masuk ke skuad United di Old Trafford, Moyes terlalu lambat dalam bermanuver dan melakukan pembenahan.

Moyes bukannya menambah amunisi di jajaran skuad, justru  sibuk mengubah jajaran staf United dan staf kepelatihan. Padahal asisten di masa Fergie sudah memberikan peran penting seperti Rene Meulensteen (asisten) dan juga Mike Phelan (asisten) serta Eric Steele yang menjabat sebagai pelatih kiper. Moyes mengganti mereka dengan Chris Woods, Steve Round dan juga Jimmy Lumsden yang ia bawa dari Everton.

Steele yang mengkritik bahwa hal ini bisa merubah permainan United. Dan terbukti bahwa Moyes mengawali musim dengan tidak terlalu cemerlang. Kesalahannya dalam mengubah staf dan juga dalam berbelanja pemain, membuat United sudah dipastikan kehilangan peluang untuk meraih gelar juara. Sektor gelandang tidak diperhatikan oleh Moyes. Pneisunnya Scholes dan cederanya Carrick serta menuanya Giggs, tidak bisa ditutupi dengan baik oleh Tom Cleverley, Anderson hingga pemain kesayangan Moyes, Marouane Fellaini. United kering di kreatifitas.

United sendiri harus memuji tindakan Arsenal yang dengan gagah berani mengeluarkan dana sebesar 42 juta poundsterling disbanding United yang lebih senang mengirit untuk belanja pemain. Terbukti Ozil memberikan tangga posisi puncak saat ini. United hanya mendatangkan Fellaini yang terbukti tidak memberikan dampak apapun kepada skuad Setan Merah. Di laga menghadapi Everton dan Newcastle, lini tengah United justru tampil memble dan didominasi lawan. Begitu juga ketika melawan Liverpool dan Manchester City serta West Brom.

Lini belakang united sendiri juga mendapat sorotan. Duet Rio Ferdinand dan juga Nemanja Vidic sudah kurang lugas dan menua. Tentu saja para pemain muda semacam Jonny Evans dan juga Chris Smalling serta Phil Jones mendapatkan kesempatan. Jones harusnya berada di posisi belakang, bukan di gelandang seperti yang sering dimainkan oleh Moyes.